ASSALAAMU 'ALAIKUM WR.WB.

Salam UKHUWAH ISLAMIYAH

Selasa, 23 Januari 2018

Profil CALON PRESIDEN RI 2019-2024 KH. GUSTUR

*Beberapa pertanyaan yang muncul beserta Jawabannya Terkait Capres K.H Gustur*                  Siapakah Pasangan Capres ini?
Jawab : Pertanyaan ini dapat di jawab dengan Media Online seri 1, atau dapat dijawab sebagai berikut :
BERAWAL DARI MUHAMMADIYAH & NAHDHOTUL ULAMA’
Calon Presiden NKRI 2019-2024 K.H.GUSTUR, jadi panutan Ratusan Ribu Santri, bahkan Juta-an Jama' ah telah mengalami, sentuhan tausyiah bimbingannya.

Selain itu, sebagai Dosen Lemhanas ( Lembaga Pertahanan Nasional ) dan Bintal, Bimbingan Mental Perwira terdidik yang merasakan, tak terlepas dari gemblengan dalam ilmu kepemimpinan ketatanegaraan, pasti telah mengenalnya.
Dan tentu, Perwira itu saat ini, telah menjadi  Jendral Berbintang, dan setidaknya sukses menduduki  posisi, pejabat penting di Negeri ini.
Namun berbagai kalangan  belum mengetahui, ketika itu, K.H.GUSTUR agak menghindari ekspos media, apalagi dikalangan Generasi Milenial Zaman Now.

Capres NKRI K.H.GUSTUR,  terpatri darah Pejuang Kemerdekaan dari Cucu K.H.R. Khasan Besari Al Matarami ( Putera Adipati Sedayu, kini, Gresik Jawa Timur ). Penggagas, Pendiri, sekaligus Motor, Konseptor, Otak, Sutradara Pemberontakan dan Gerilya Revolusi  Kemerdekaan se-Jawa, sejak 1922 hingga Merdeka.

Ditakdirkan dari Keluarga Besar Organisasi Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama, Cucu dari K.H.R Ghozali Al Quddusi, Putra R.Suro Dirono Raja Kali Nyamat Kudus, Putra Mahkota Kerajaan Kali Nyamat Kudus dan juga Pencetus, Pendiri SI,SDI, Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama. Dan, juga Cucu K.H.R.Munajad Al Quddusi- Al Matarami, adalah Mustasyar Pertama PP Muhammadiyah dan PBNU.

Capres K.H.GUSTUR 
Putra dari K.H.R.M.Sjoehoed Miftakhul Falaq Al Matarami ( Cucu Adipati Sedayu Gresik dan Adipati Kediri, kini, Jawa Timur ). Selain itu juga, KASAD Pertama di-era Panglima Besar Jendral Soedirman, mungkin ini, sudah tidak asing lagi, karena, diabadikan sebagai Jalan Protokol di Kota saat ini. Juga sebagai Komando Koordinator dan Gerilya Revolusi Kemerdekaan melawan Penjajah se-Jawa sejak 1922 hingga Merdeka, serta sebagai Sekber/Sekjend PBNU Pertama.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama asal usul Organisasi terbesar di Negeri ini,  dipahami betul oleh Capres NKRI ini.
Karena itu, tentu, Sang Abah pasti mengajarkan seluk beluk berbagai hal tentang kedua Ormas terbesar ini.

Kenapa, baru muncul sebagai Capres NKRI sekarang ? Padahal diusia 29 tahun dianggap termuda, telah diminta menjadi Menteri  oleh Soedarmono ( ketika itu, ajudan Abahnya ) Wapres era Presiden Soeharto. Akan tetapi, dicegah oleh Sang Abah, agar untuk sementara fokus mengurus Pondok Pesantren Salafiyah Roudhotul Muttaqin di Ngares, Gedeg, Mojokerto Jawa Timur.

Kini, setelah mecermati dan merasakan keadaan Negara dengan hutang  menggunung, maka, terpanggil untuk berperan secara menyeluruh  dan komprehensif. Juga tanpa adanya seorangpun yang mendorong-dorong menjadi Capres  selain panggilan hati nurani dengan tekad bulat, sebagai perwujudan hanya untuk menolong rakyat. Dan,  demi kemuliaan tatanan,  perubahan Bangsa dan Negara yang lebih baik. Terlebih untuk menjaga, mengantisipasi perubahan  yang begitu cepat, generasi zaman now dan masa datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar