Profil K.H.GUSTUR
BERAWAL DARI MUHAMMADIYAH & NAHDHOTUL ULAMAK
Calon Presiden NKRI 2019-2024 K.H.GUSTUR, jadi panutan Ratusan Ribu Santri, bahkan Juta-an Jama' ah telah mengalami, sentuhan tausyiah bimbingannya, dan sebagai Dosen Lemhanas ( Lembaga Pertahanan Nasional ) Perwira terdidik yang merasakan, tak terlepas dari gemblengan dalam ilmu kepemimpinan ketatanegaraan, pasti mengenalnya, tentu, saat ini telah menjadi Jendral Berbintang, dan setidaknya sukses menduduki beberapa posisi penting di Negeri ini, namun berbagai kalangan belum mengetahui, ketika itu, agak menghindari ekspos media, apalagi dikalangan Generasi Milenial Zaman Now.
Capres NKRI K.H.GUSTUR, terpatri darah Pejuang Kemerdekaan dari Cucu K.H.R. Khasan Besari Al Matarami ( Anak Adipati Sedayu, kini, Gresik Jawa Timur ) Penggagas, Pendiri, sekaligus Motor, Konseptor, Otak, Sutradara Pemberontakan dan Gerilya Revolusi Kemerdekaan se-Jawa, sejak 1922 hingga Merdeka.
Ditakdirkan dari Keluarga Besar Organisasi Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulamak, Cucu dari K.H.R Ghozali Al Quddusi, Putra R.Suro Dirono Raja Kali Nyamat Kudus, Putra Mahkota Kerajaan Kali Nyamat Kudus dan juga Pencetus, Pendiri SI,SDI, Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulamak, juga Cucu K.H.R.Munajad Al Quddusi Al Matarami, adalah Mustasyar Pertama PP Muhammadiyah dan PBNU.
Selain itu, K.H.GUSTUR Putra dari K.H.R.Sjoehoed Miftakhul Falaq Al Matarami ( Cucu Adipati Sedayu Gresik dan Adipati Kediri, kini, Jawa Timur ) KASAD Pertama di-era Panglima Besar Jendral Soedirman, mungkin ini, sudah tidak asing lagi, karena, dikabarkan sebagai Jalan Protokol di Kota saat ini. Ayahanda Capres NKRI K.H.GUSTUR juga, Komando Koordinator dan Gerilya Revolusi Kemerdekaan melawan Penjajah se-Jawa sejak 1922 hingga Merdeka, serta sebagai Sekber/Sekjend PBNU Pertama.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulamak, asal usul Organisasi terbesar di Negeri ini, dipahami betul oleh Capres NKRI ini, karena itu, tentu, Sang Abah pasti mengajarkan seluk beluk berbagai hal tentang Ormas terbesar ini.
Kenapa, baru muncul sebagai Capres NKRI sekarang ? Padahal diusia 29 tahun dianggap termuda, telah diminta menjadi Menteri oleh Soedarmono ( ketika itu, ajudan Abahnya ) Wapres era Presiden Soeharto, tetapi, dicegah oleh Sang Abah, agar untuk sementara fokus mengurus Pondok Pesantren Salafi Roudhotul Muttaqin di Ngares, Gedeg, Mojokerto Jawa Timur.
Kini, setelah mecermati dan merasakan keadaan Negara dengan Hutang menggunung, maka, terpanggil untuk berperan secara menyeluruh dan komprehensif, tanpa adanya seorangpun yang mendorong-dorong menjadi Capres NKRI, selain panggilan hati nurani dengan tekad bulat, sebagai perwujudan hanya untuk menolong rakyat, demi kemuliaan tatanan, perubahan Bangsa dan Negara yang lebih baik. Terlebih untuk menjaga, mengantisipasi perubahan yang begitu cepat, generasi zaman now dan masa datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar