ASSALAAMU 'ALAIKUM WR.WB.

Salam UKHUWAH ISLAMIYAH

Minggu, 05 September 2010

KEUTAMAAN MAJLIS DZIKIR

Rasulullah saw. bersabda : "Suatu kaum tidaklah duduk di suatu majlis yang mana mereka menyebut Allah Azza wa Jalla kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka dan Allah Ta'ala menyebut mereka pada orang-orang yang ada di Sorga." (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah)

" Tidak ada satu kaum yang berkumpul dengan menyebut Allah Ta'ala, dimana dengan demikian itu mereka tidak mengharapkan kecuali keridloan-Nya, melainkan penyeru dari langit menyerukan : "Berdirilan dengan mendapat ampunan, keburukan-keburukanmu telah diganti dengan kebaikan-kebaikan." (HR. Ahmad, Abu Ya'la dan Ath Thobarani dari hadits Anas).

"Suatu kaum tidaklah duduk di suatu tempat duduk dengan tidak berdzikir kepada Allah SWT dan tidak membaca sholawat atas Nabi saw, melainkan mereka menyesal pada hari kiamat," (HR. At Tirmidzi dari Hadits Abu Hurairah).

Nabi Dawud as bersabda : "Wahai Tuhanku, apabila Engkau melihat saya melewati majelis-majelis orang-orang yang berzikir ke majelis-majelis orang-orang yang lalai maka pecahkanlah kaki saya, karena sesungguhnya kaki itu adalah nikmat yang Engkau berikan kepadaku."

Beliau Rasulullah SAW, bersabda :"Majelis yang baik itu( sholih ), itu menghapus dari seorang mukmin dua juta majelis buruk." (HR. At Timidzi dari hadits Abu Harairah.)

Abu Hurairah berkata :"Sesungguhnya penghuni langit itu melihat rumah-rumah penghuni bumi yang padanya disebutkan nama Allah Ta'ala sebagaimana kamu melihat bintang-bintang."

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ia masuk ke pasar dan berkata "Saya melihat kamu di sini, sedangkan warisan Rasulullah saw dibagi-bagikan di dalam masjid." Lalu orang-orang pergi ke masjid dan meninggalkan pasar, namun mereka tidak melihat warisan yang dibagikan di dalam masjid, mereka berkata:"Wahai Abu Hurairah, kami tidak melihat pembagian warisan di masjid." Abu Hurairah berkata ," Apa yang kalian lihat?" Mereka berkata :" Kami melihat kaum yang berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla dan membaca Al Quran." Ia berkata :"Itulah warisan Rasulullah saw." (HR. At Tirmidzi dan di dalam Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah)

Al A'masy meriwayatkan dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id Al Kudri dari Nabi SAW :" Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mempunyai malaikat yang berkelana di bumi, disamping malaikat-malaikat yang mencaat(amal) manusia. Apabila mereka mendapatkan suatu kaum yang mengingat Allah Azza wa Jalla, maka mereka memanggil-manggil:"Marilah kepada tujuanmu!" Maka mereka datang dan mengelilingi mereka ke langit. Lalu Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman:"Apakah sesuatu yang diperbuat oleh hamba-hambaKu dimana kamu meninggalkan mereka?" Mereka menjawab:"Kami meninggalkan mereka memuji-Mu, mengagungkan Mu dan mensucikan Mu ." Maka Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman:"Apakah mereka melihat Aku?" mereka menjawab :"Tidak". Maka Dia Yang Maha Mulia kemuliaanNya berfirman:"Bagaimanakah seandainya mereka melihat Aku?" Mereka (malaikat) menjawab :"Seandainya mereka melihat Engkau niscaya mereka lebih mensucikanMu, lebih memuji dan lebih memuliakanMu." Dia berfirman:"Dari apakah mereka mohon perlindungan?" Malaikat menjawab:" Dari neraka." Allah Ta'ala berfirman:" Apakah mereka melihatnya." Malaikat menjawab:"Tidak." Maka Allah Azza wa Jalla berfirman:"Bagaimanakah seandainya mereka melihatnya?" Malaikat menjawab :"Seandainya mereka melihatnya niscaya mereka lebih lari daripadanya dan lebih meninggalkannya." Maka Allah Azza wa Jalla berfirman :"Apakah sesuatu yang mereka tuntut (cari)." Malaikat menjawab :"Sorga." Maka Allah Ta'ala berfirman :"Apakah mereka melihatnya?" Malaikat menjawab :"Tidak." Maka Allah Ta'ala berfirman:" Maka bagaimana seandainya mereka melihatnya?" Malaikat menjawab:"Seandainya mereka melihatnya niscaya mereka sangat menginginkan." Maka Allah yang Maha Mulia kemuliaanNYa berfirman :" Sesungguhnya Aku mempersaksikan kepadamu bahwa Aku telah mengampuni mereka." Maka Malaikat berkata :"Di kalangan mereka ada fulan yang tidak menghendaki mereka, namun ia datang karena suatu kebutuhan." Maka Allah Azza wa Jalla berfirman :"Mereka adalah kaum yang mana teman duduknya tidak celaka."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar