Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah yang memperbanyak anugerah kepada hamba-hambaNya, dengan menolak tipu daya dan seni syaithon dari mereka. Dia menolak angan-angannya dan merugikan dugaannya, karena Dia menjadikan PUASA sebagai benteng dan perisai bagi para wali-wali(kekasihnya)Nya, Dia bukakan pintu-pintu Syurga dengannya. Dan Dia kanalkan kepada mereka bahwa perantaraan syaithon kepada hati mereka adalah syahwat yang menetap.
Dengan rahmatNya, nafsu Muthmainnah menjadi menang dalam mematahkan musuhnya yang kuat.
Semoga Rahmat terlimpahkan atas Nabi Muhammad saw, penuntun manusia dan pendahulu sunnah, dan semoga atas para keluarga dan para sahabatnya yang mempunyai pandangan yang menembus dan akal yang unggul. Dan semogha Allah melimpahkan kesejahteraan yang banyak atas mereka semuanya.
Adapun selanjutnya, maka sesungguhnya Puasa itu seperempat iman, sesuai sabda Nabi SAW :
Ash-shoumu nish-fu Shobri, atau Puasa itu separuh kesabaran (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Hadist Abu Hurairah) dan Ash-shobru nish-ful iimaan, atau Sabar itu separuh iman (HR. Abu Na'im dan Al Khothib dari Hadist Ibnu Mas'ud).
Kemudian puasa itu mendapat keistimewaan dengan kekhususan nisbat kepada Allah ta'ala dari seluruh rukun-rukun Islam. Karena Allah ta'ala telah berfirman dalam apa yang diceritakan oleh Nabi-Nya SAW :
Kullu chasanatin bi'asy-ri am tsalihaa ila sab 'imiati dli'fin illash-shiyaama fainnahu lii wa ana aj-zii bihi, artinya: Setiap kebaikan itu dengan sepuluh kelipatannya sampai tujuh ratus kelipatan, kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku membalasnya. (HR. Bukhari dan Muslim dari Hadist Abu Harairah).
Dan Allah ta'ala berfirman : Innamaa yuwaf-fash-shoobiruuna aj-rohum bighoiri chisaab, artinya: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (QS. Az-zumar :10)
Puasa itu separoh sabar, dimana pahalanya melewati undang undang TAKDIR dan HISAB. Cukup dengan mengetahui bagaimana keutamaannya, Nabi bersabda : " Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya bau busuk mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi, Allah Azza wa Jalla berfirman ; dia meninggalkan syahwatnya, makanan dan minumannya karena Aku, maka puasa itu bagi-Ku dan Aku membalasnya." (HR. Bukhori-Muslim).
"Syurga itu mempunyai pintu yang disebut ROYYAN, di mana pintu itu tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa, dan ia diberi janji untuk bertemu dengan Allah Ta'ala dalam balasan puasanya." (HR. Bukhori Muslim dari Hadist Sahl bin Sa'd).
"Orang yang berpuasa itu mendapat dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika ia berbuka dan kesenangan ketika bertemu dengan Tuhan-nya."(HR. Bukhori-Muslim dari Hadist Abu Huroiroh).
"Setiap sesuatu mempunyai pintu, dan pintu ibadah adalah PUASA." (HR. Ibnu Mubarak dari hadits Abu Darda dengan sanad yang lemah).
"Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah." (HR. Ibnu Mughirah dari Abdullah bin Umar dan barangkali Abdullah bin Amr).
Beliau Rosululloh saw. bersabda, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, yakni ;
"Apabila masuk bulan Ramadhon maka pintu-pintu Sorga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan syaithon-syaithon diikat. dan seorang penyeru menyeru:"Hai orang-orang yang mencari kebaikan...marilah, dan orang-orang yang mencari keburukan...cegahlah." (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim).
Waki' berkata mengenai firman Allah Ta'ala :
"(Kepada mereka dikatakan): "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu." (Al Haqqah 24)
Yaitu hari-hari puasa karena mereka meninggalkan makan dan minum.
Rosululloh saw. telah menghimpun dalam tingkat-tingkat kebanggaan antara zuhud di dunia dan puasa, beliau bersabda : "Sesungguhnya Allah Ta'ala berbangga kepada Malaikat-Nya dengan pemuda yang beribadah, Dia berfirman :"Wahai pemuda yang meninggalkan syahwatnya karena Aku, menyerahkan kemudaanya karena Aku, kamu di sisiKu seperti sebagian malikat-Ku."
"Allah Azza wajalla berfirman: "Lihatlah hai malaikatKu kepada hambaKu, Ia meninggalkan syahwatnya, kelezatannya, makan dan minumnya karena Aku." (HR. Ibnu Uda dari hadits Ibnu Umar dangan sanad yang lemah).
Dan ada yang mengatakan mengenai firman-Nya :
"Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (As-Sajdah 17).
Ada yang mengatakan amal mereka adalah puasa karena Dia berfirman:
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar 10).
Dia menyempurnakan pahala orang yang berpuasa secara sempurna dan membalasnya dengan balasan yang tak terkira, maka tidak masuk di bawah dugaan dan perkiraan.
Dan pantas dengan keadaan demikian itu karena puasa hanya untuk-Nya dan dimuliakan dengan penisbatan kepada-Nya meskipun seluruh ibadah itu bagiNya, sebagaimana dimuliakannya Baitullah (Ka'bah) dengan menisbatkan kepada diriNya. Sedangkan seluruh bumi ini miliknya karena dua makna yaitu :
a. Bahwasanya puasa itu mencegah dan meninggalkan.
Puasa itu sendiri rahasia yang padanya tidak ada amal yang disaksikan. Seluruh amal kata'atan itu disaksikan dan dilihat oleh makhluk, sedangkan puasa hanya ilihat oleh Allah 'Azza wajalla, karena puasa itu amal di dalam batin dengan semata-mata kesabaran.
b. Bahwasanya puasa itu memaksa musuh Allah Azza wajalla karena perantaraan syaithon-semoga mendapat kutukan Allah- adalah syahwat. Syahwat itu hanyalah dengan makan dan minum, oleh karena itu beliau Nabi saw bersabda : "Sesungguhnya syaithon itu berjalan pada anak Adam (manusia) seperti jalannya darah, maka persempitlah jalannya itu dengan lapar." (Muttafaq alaih dari haits Shafiyah)
Oleh karena itu beliau Nabi saw. bersaba kepada Aisyah ra. : " Teruslah ketuk pintu syurga, Ia bertanya: dengan apa? berliau bersabda :"Dengan lapar."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar